Lolos sebagai 5 Finalis Terbaik dari ratusan pendaftar dan menyelesaikan prototipe fungsional dalam sprint maraton 36 jam di UGM.
Find IT! National Hackathon & Product Innovation 2025
Kompetisi hackathon maraton luring 36 jam tanpa henti yang menantang peserta membangun MVP perangkat lunak teruji dan rencana monetisasi produk untuk memecahkan krisis iklim mikro bagi petani kecil di sentra hortikultura lereng pegunungan.
Showcase Produk & Solusi
Showcase Produk yang Dibangun

Eksplorasi struktur modular dan sinkronisasi simpul data antar node secara terdistribusi
Misi
Siapa yang ikut di misi ini?
Daftar kru dan pembagian peran taktis selama pengerjaan proposal, prototipe, dan pertahanan di hadapan dewan juri.

Evan
Universitas IndonesiaLead Product & Live Pitcher
Merumuskan konsep lelang pra-panen WhatsApp, menyusun skenario live demo, dan memimpin sesi pitch 5 menit di panggung.

Bima Satria
Universitas Gadjah MadaFullstack Engineer & API Integrator
Membangun backend Express.js, mengintegrasikan data Open-Meteo dengan model interpolasi elevasi lereng, dan deploy server.

Cindy Claudia
Universitas IndonesiaUI/UX Designer & Micro-interactions
Mendesain antarmuka mobile-friendly berbahasa Indonesia lugas dan membuat ilustrasi visual cuaca ramah petani.
Solusi & Produk
Project apa yang dibuat?
Konsep inovasi, pemecahan masalah, dan fitur kunci yang dipresentasikan kepada panitia dan juri.
TaniOrbit — Micro-Weather Forecast & Collective Bargaining Engine
"Platform ramalan iklim mikro hiper-lokal dan konsolidasi panen bagi kelompok tani mandiri."
Petani hortikultura di lereng gunung kerap mengalami gagal panen mendadak akibat kabut beku (frost) dan hujan es lokal yang tidak terdeteksi oleh stasiun BMKG skala kabupaten, sementara harga jual mereka terus ditekan oleh tengkulak karena posisi tawar yang tercerai-berai.
TaniOrbit memadukan data satelit cuaca terbuka dengan sensor tanah sederhana untuk menghasilkan peringatan dini iklim mikro H-12 jam, dilengkapi fitur agregasi kuota panen via bot WhatsApp otomatis agar petani dapat bernegosiasi secara kolektif dengan pedagang grosir pasar induk.
Hyper-Local Frost & Rain Radar
Prediksi risiko embun beku dan badai mikro dengan resolusi 500 meter berdasarkan kontur lereng gunung.
WhatsApp Collective Auction Bot
Pengumpulan komitmen tonase panen cabai antar anggota kelompok tani tanpa mengharuskan instalasi aplikasi baru.
Modern Pranata Mangsa Calendar
Sinkronisasi kearifan kalender musim bertani tradisional dengan anomali perubahan iklim global.
Offline SMS Emergency Fallback
Peringatan bencana cuaca otomatis via blast SMS darurat ketika koneksi internet seluler di lereng padam.
Tentang Kompetisi
Lomba apa & tantangannya?
Tema Utama: "Sustainable Agri-Tech Innovations for Smallholder Farmers Resilience"
Diselenggarakan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM (DTETI UGM) di Yogyakarta (Onsite DTETI UGM) (April – Mei 2025).
Kriteria Penilaian Dewan Juri:
Timeline Perjalanan
Tahapan yang Dilalui Tim
- 01 Apr – 20 Apr 2025Tahap 01
Online Idea Submission & Wireframe Deck
Seleksi tahap pertama berbasis dokumen proposal inovasi dan rancangan awal antarmuka.
- 02 Mei 2025Tahap 02
Pengumuman 10 Finalis Onsite Hackathon
Undangan berkumpul di Yogyakarta untuk sprint coding luring.
- 16 Mei – 17 Mei 2025Tahap 03
36-Hour Nonstop Hackathon Sprint
Pengembangan kode dari nol, integrasi API cuaca mikro, dan pengujian build aplikasi.
- 18 Mei 2025Tahap 04
Live Demo Day & Final Pitch
Presentasi dan pengujian langsung produk oleh juri praktisi agritech di auditorium.
- 18 Mei 2025Tahap 05
Awarding & Closing Ceremony
Penganugerahan apresiasi finalis dan pengumuman pemenang kompetisi.
Resource & Asset Vault
Download proposal, deck & rekaman
Semua berkas asli submission tim kita sediakan untuk bahan belajar dan referensi bedah kasus.
Executive Summary Inovasi TaniOrbit
Proposal_Inovasi_TaniOrbit_EvansArk03.pdf
Demo Day Sprint Pitch Deck
PitchDeck_Finalis_EvansArk_03.pdf
Live Web MVP Demo
https://github.com/bahteraevan/taniorbit-hackathon
Rekaman Live Stream Kompetisi
Find IT! 2025 Demo Day & Pitch Showcase
Tayangan sesi pitching tim Evan’s Ark III dimulai pada menit ke 48:30 pada siaran langsung DTETI FT UGM.
Tonton langsung di YouTube ↗Retrospektif Misi
Lesson learned dari participant
Refleksi jujur tanpa filter: apa yang kita pelajari, eksekusi nyata, pergulatan pikiran di balik layar, dan rencana perbaikan untuk ekspedisi selanjutnya.
"Fitur sedikit yang berjalan 100% mulus selalu menang telak atas fitur melimpah yang rawan error saat demo."
Apa yang Dipelajari
- Di ajang hackathon 36 jam, stabilitas demo adalah raja. Juri langsung kehilangan minat begitu aplikasi crash saat live demo, betapa pun cemerlang konsep di slide.
- Membangun solusi untuk masyarakat akar rumput harus menghormati kanal komunikasi yang sudah mereka pakai setiap hari (WhatsApp/SMS), bukan memaksa mereka belajar antarmuka baru yang rumit.
Apa yang Dilakukan (Eksekusi)
- Menyiapkan cadangan video rekaman demo di layar terpisah jika koneksi Wi-Fi auditorium down.
- Mengorbankan modul dashboard analitik kompleks demi mematangkan alur bot WhatsApp yang intuitif dan bebas bug.
Thought & Pikiran di Balik Layar
- Slogan "Terbang Apa Lintang Pukang" menggambarkan 4 jam terakhir sebelum deadline submission: antara terbang bangga atau jatuh berantakan karena konflik merge Git. Menegangkan tapi sangat memuaskan.
- Meskipun tidak berhasil mengamankan piala 3 besar dan berhenti di Top 5, kita sangat puas karena prototype kita benar-benar dicoba dan diapresiasi oleh perwakilan petani lokal yang hadir.
Apa yang Bakal Di-Improve
- Kita kurang mendalami regulasi karantina tanaman dan izin distribusi benih. Pertanyaan juri mengenai aspek legal logistik sempat membuat kita kebingungan.
- Perlu alokasi waktu tidur yang lebih disiplin saat hackathon maraton agar performa mental pembicara tetap prima di panggung.